Di tengah asrinya alam pedesaan, dunia perlahan-lahan menemui ajalnya. Bagi Yuuji, pelariannya dari kerasnya dunia kerja ke rumah tua kakek-neneknya semula hanyalah upaya untuk memulihkan kesehatan fisik dan mentalnya melalui konten video kehidupan desa. Namun, ketika karier digitalnya mulai membuahkan hasil, sebuah wabah mematikan menyapu peradaban manusia.
Yuuji menjadi penyintas yang kesepian setelah menyaksikan satu per satu tetangganya tiada. Terjebak dalam kehampaan dan apatisme, ia hanya menunggu giliran maut menjemputnya. Segalanya berubah ketika sesosok gadis bernama Mio mendadak muncul di desa sunyi tersebut. Kehadiran Mio seolah menjadi percikan api yang menyalakan kembali semangat hidup Yuuji yang telah lama padam di tengah senjakala umat manusia.



Comment